Selasa, 30 Mei 2017

Pesan Belia


Pesan Belia

by Firman Muhammad Akhyar

Piluku..
Takkan reda meski langit cerah setelah kelabu
Takkan hanyut meski didera ombak yang menderu
          Andai saja kalian tak saling menaruh bidak
          Bukankah rumah ini takkan retak
          Kumohon siapapun janganlah kalian saling mengelak
Tak ingatkah kalian sebut-sebut aku buah hati dahulu?
Atau sudah terlampau usang dibui waktu
Sirna sudah pelabuhanku tuk mengadu
Tak ada yang menoleh meski ribuan kali kurayu..
          Aku hanya seorang belia
          Yang kehilangan celah tuk bahagia
Mungkin mataku tak menangis
tapi hatiku amatlah teriris
          Mungkin tak ingin aku berkata-kata
          Tapi bualan ini terlalu pahit kurasa
Sungguh aku ingin pulang dijamu
Tapi tak ada satu pun malaikat yang mengeringkan air mataku
          Pada siapa kuharus mengadu?
          Biar kutumpahkan piluku ini tersedu-sedu
Hampa..
Bahkan teman setia pun pergi dan datang bersama cahaya
          Biarkan kini mentari senja menjadi teman
          Kala kehangatan datang bukan dari kebersamaan..

Minggu, 05 Februari 2017

puisi pagi


Hasil gambar untuk pagi
pagi.

Pagi

Hai wahai pagi
Lahir selepas fajar tidur menjamu siang
Senandung irama dari riuhanmu
Membuat setiap insan menghela napas dalam-dalam
Dirimu mencumbu jiwa-jiwa Adam Smith
Tuk menyalang mat-mata yang bergelayunan
Yang rela tenggelam diambang kesukaran
Demi pundi-pndi
Tak kalah pesonamu dengan lembayng senja
Yang hati siapa tak kembali tersenyum
Selepas terdentum
Kembali terkelakar selepas gusar
Dan kembali terbakar membara
Setelah semangat pudar terdera
Karena ku tahu kesuksesan saat ini
Tergantung darimu wahai pagi

(Firman Muhammad Akhyar, 02:05:16)


Minggu, 22 Januari 2017

syair

Hasil gambar untuk hujan
rindu
hati siapa yang tak gundah gulana menahan rindu, 
menjamu tamu yang tabu... 
seiring cakrawala kelabu sendu sedan parau gemuruhnya.. 
hingga sampailah tetesan rahmat berbondong-bondong menyapa bumi..
 Alhamdulillah